Kamis, 04 Juli 2013

Will You Come Back To Me? (part one)

      Aku seorang gadis berusia 22 tahun yang baru lulus kuliah S1 jurusan Psikologi. Sekarang aku ingin menikmati masa liburanku yang hanya sesaat karena setelah ini aku harus berburu pekerjaan untuk menunaikan kewajibanku sebagai seorang anak kepada orang tua. Di sebuah acara, aku memperoleh tiket perjalanan menuju negeri yang terkenal dengan Big Ben, ya Inggris. Apakah ini sebuah keberuntungan bagiku atau perjalanan menuju masa laluku bersamanya. Baik atau tidak, ini adalah kesempatanku yang pertama untuk berlibur ke luar negeri asal cinta pertamaku berasal.
     Tiket dan paspor berada di genggamanku. Aku bersama sekelompok orang Indonesia yang tidak kukenal berbaris memasuki ruang tunggu bandara. Pesawat internasional yang akan membawa diriku terbang kini tiba.
     Seat 15 C, yah ini merupakan seat favoritku di bioskop (C15), tapi untuk sekarang aku berada di sebuah bioskop terbang yang memakan waktu lebih dari sejam untuk menonton acara TV, membaca majalah, buku, atau mungkin tidur. Di benakku, aku mengusir pikiran yang benar-benar menghantuiku, cinta pertamaku. Dia telah meninggal 7 tahun yang lalu, informasi itu yang kuperoleh dari sahabatnya. Tentunya aku tidak akan percaya bullshit seperti itu karena aku ingin melihat bukti daripada mempercayai kata-kata. Tujuh tahun bukanlah waktu yang lama. Aku tetap menunggu, tetapi dia tidak pernah kembali, “mungkin bumi ini telah menelannya bulat-bulat,” pikirku. Aku beralih ke majalah yang sedang kugenggam erat dan mulai membuka halaman per halaman untuk mencari sesuatu yang dapat menarik perhatianku dari masa lalu cintaku dan aku tertidur.
     Ketika kubuka kedua mataku, matahari pagi yang indah menyambutku dengan cahayanya yang menyilaukan kehangatannya. Aku meregangkan kaki dan tanganku kemudian bersiap untuk turun dari burung besi yang membawaku. Ketika kedua kakiku menginjak tanah Inggris dan udara dingin yang memelukku dengan erat membuatku sedikit mengigil dan segera ku berlari menuju bandara untuk mengambil koperku. Tidak kusadari bahwa aku tersesat, tetapi aku menemukan koperku, lalu ke melangkah keluar karena kukira gerombolan orang itu akan menantiku di luar.
     “Ah.. Damn it. I lost.”
      Tiba-tiba ada yang menarik lengan kananku dan menyeret koper hitamku. Seseorang berkulit putih, berambut pendek dan berwarna coklat, memakai pakaian berwarna gelap, dan memiliki langkah kaki yang mantap. Sepertinya aku pernah melihatnya dan aku mengingatnya, tetapi aku tak bisa mengatakannya sama sekali (tip of tongue). Dengan bahasa Inggris yang minim dan aksen yang parah, aku memberanikan diri untuk bertanya pada pria yang membawaku.
     “Wait!! Stopp!! Who are you?? Where are you taking me like this?? I don’t even know you.”
 Pria itu berhenti dan melepaskan genggaman tangannya pada lenganku, kemudian berputar ke arahku dan berkata,
     “I’m sorry. I didn’t mean it. It’s long time no see. You grew into a mature girl now. Maybe you forgot about me. I’ll explain to you in the car, now get in.”
     Pria muda itu menjentikan jarinya dan sebuah mobil sedan hitam datang. Supir keluar lalu menyimpan koper dan barang bawaanku yang lainnya ke dalam bagasi dengan cepat. Aku hanya terkesima dengan pemandangan yang belum pernah kulihat. Setelah barang-barang di dalam bagasi mobil baru kusadari bahwa aku akan dibawa pergi oleh pria ini.
     “Hey.. I didn’t say “yes” for everything, did I? Why are you doing this to me?? I lost my tour group here, I don’t know where they are! But you kidnapped me?? Oh my.. I don’t understand, please don’t be so cold as icebox!! I will live in hotel three star with them.”
     “Lol. I’m sorry for it, sweet, but I have no time to explain it. My house is more exclusive than the hotel. Trust me.” Balasnya sambil tersenyum.

     Aku hanya bisa mengangguk dan masuk ke dalam mobil ketika dia membukakan pintu. Ku ingin berteriak minta tolong, tetapi di lain sisi, aku merasa percaya pada pria ini walaupun aku belum pernah bertemu dengan dirinya. Apa yang  terjadi sebenarnya di kota London ini? Apakah aku akan hilang selamanya di dalam kota ini? Apakah pria ini tahu siapa aku sebenarnya? Apa yang ingin dia lakukan padaku?

(to be continued)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar